Gitarku
Dawai kembali berdenting
Setelah lama terdiam membisu
Suaranya terdengar bergemerincing
Menggetarkan rusuk yang telah kaku
Alunan nada dari arpeggio usang
Yang kadang tersendat oleh karatnya
Picking yang tertahan oleh debunya
Tetap saja terdengar indah walau diulang
Falmenco pun masih dapat kau buat
Walau beatmu terdengar agak berat
Irama melayumu terdengar anggun
Dengan desahan nada yang mengayun
Masihku teringat ketika pertama mendekapmu
Masih terasa getaran yang mengisi rongga kayu
Gitarku, kau masih temanku
Disaat kubutuh, disaat kuperlu
(teruntuk gitarku, way halim 20 maret 2005/13.45 wib)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar