Akankah Tetap Hidup?
Cinta yang lahir dari rahim kegelisahan
Menggelepar tuk memulai hari pertamanya
Nyaris hancur bersama penderitaan
Remuk oleh badai emosi jiwa nelangsa
Langkah yang kadang terseok lalu terseret rotasi waktu
Tersendak nafas yang kian memburu
Mencoba berteriak, membentak walau akhirnya menangis juga
Coba kupelihara, kuberi makan dari peluh dan tekad yang masih bulat
Akankah tetap hidup?
(way halim 24 juli 2004/20.20 wib)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar